Friday, 4 March 2016

Pertama kali ke Australia

Australia, salah satu negara yang dulu tidak pernah mau saya kunjungi. Tapi kenyataannya saya sudah beberapa kali ke negara kangguru ini. Karena ternyata saya menikah dengan lelaki asal Australia. Pertama kali saya mengunjungi Australia tahun 2013. Saat itu di paspor hanya ada cap negara Singapura. Karena takut untuk apply visa turis Australia, waktu itu saya menggunakan travel agent. Not so recommended, karena pada dasarnya mereka hanya "membantu" memberikan aplikasi visa kepada VFS atau AVAC, VFS adalah partner embassy Australia. Mereka membantu embassy Australia untuk collecting dokumen visa. Jadi applicant tidak perlu pergi ke embassy Australia lagi. Perlu diingat kalau VFS tidak memberikan keputusan terhadap proses visa, hanya embassy australia yang berhak menentukan diterima atau tidak diterimanya visa tersebut. Waktu itu kalau tidak salah saya menggunakan salah satu travel agent yang berada di mall Central Park di Jakarta Barat, karena kebetulan kantor saya di dalam mall tersebut. Staff nya sama sekali tidak ramah, padahal travel agent ternama. Mereka hanya memberikan secarik kertas dengan salinan dokumen apa saja yang saya harus kumpulkan dan berikan pada mereka. Intinya saya tetap saja harus mencari tahu tentang dokumen tersebut di google. Kalau tidak salah fee yang harus saya berikan adalah lima ratus ribu rupiah. Itu di luar harga visa turis Australia. Prosesnya tiga minggu karena ternyata mereka baru memberikan aplikasi saya ke VFS dua minggu setelah penyerahan dokumen saya ke travel agent tersebut. Jadi kalau kamu mau ke Australia untuk pertama kali, tidak perlu menggunakan travel agent. Sayang uangnya, hehehe. Tiga minggu kemudian ternyata visa saya approved. Good news, setelah agak kesal dengan travel agent tersebut. Untuk info tentang dokumen apa saja yang harus kamu siapkan bisa klik disini. But please, enjoy the view.

The sky above Australia


No comments:

Post a Comment